School 1 - Visi Organisasi
Selanjutnya, resume tentang
Visi Organisasi oleh kang Radiiit.
Jadi, yang menentukan visi organisasi itu adalah seorang CEO, sedangkan visi itu sendiri adalah suatu kondisi yang kita cita-citakan.
Lalu kang Radit mengutip hadits Rasulullah SAW, yaitu “Jika ada jujur, amanah, akhlak yang baik, dan makanan yang halal pada dirimu, maka niscaya engkau akan bahagia dan selamat.” Menjadi orang yang jujur, amanah, mempunyai akhlak yang baik, dan memakan makanan yang halal adalah misi, sedangkan bahagia dan selamat adalah visinya
Lalu kang Radit memberi sebuah gambaran pentingnya visi melalu penyakit Somatoform Disorder, yaitu penyakit dimana tubuh terasa sakit padahal tidak ada yang salah, yang salah hanyalah otak. Makanya otaknya itu harus mempunyai dasar, mempunyai tujuan yang jelas, yaitu visi.
“Seorang CEO sukses, adalah yang membangun fondasi kuat pada perusahaannya” –Donal Trump.
Visi itu dipertimbangkan dari :
1. Need Assessment (Kebutuhan),
2. Mission Statement (Tujuan dan Cita-cita), dan
3. Reality
Visi (keadaan ideal yang kita inginkan terjadi pada fase akhir masa organisasi kita) akan menurunkan Misi, misi ini membutuhkan sasaran-sasaran yang teknis dan akan menurunkan Set of Action atau proker.
“Obsesi adalah Visi, sasaran adalah Misi” –Trustco.Mn
Visi itu harusnya bersifat :
1. Succint : pernyataan visi haruslah singkat, tidak lebih dari 3-4 kalimat
2. Appealing : visi harus jelas dan memberikan gambaran tentang masa depan yang akan membangkitkan semangat pada customer, stakeholder, dan pegawai.
3. Feasible : visi harus bisa dicapai
4. Meaningful : visi harus bisa menggugah emosi positif pegawai, tapi tidak boleh menggunakan kata-kata yang mewakili sebuah emosi.
5. Measurable : penyataan visi harus bisa diukur sehingga dimungkinkan untuk dilakukan pengukuran kinerja setiap pegawai sehingga setiap pegawai bisa mengetahui apakah visi sudah dicapai atau belum.
Sedangkan untuk misi sendiri haruslah bersifat :
1. Simple and Clear
pernyataan misi harus cukup diwakili oleh 2-3pernyataan saja. Semua penyataan tersebut harus sederhana, jelas dimengerti, dan tidak menggunakan jargon-jargon organisasi.
2. Don’t focus on the present
pernyataan misi tidak boleh terlalu berorientasi pada masa depan sehingga kurang bisa fokus pada kondisi organisasi di masa sekarang.
3. Easy to Understand
Misi harus mudah dimengerti.
Setelah itu kang Radit memberikan kami simulasi, jadi setiap kelas mendapatkan sebuah kasus. Di kasus tersebut, tercantum masalah, latar belakang, dan kondisi yang ada sebelum dan sesudah ada masalah tersebut. Kita pun harus membuat visi, misi, program unggulan, dan juga slogan dari perusahaan atau organisasi tersebut.
Kasus-kasusnya ada :
1. Perusahaan motivation training yang berorientasi profit
2. Paguyuban Sunda yang nonprofit
3. Klub Sepak Bola Persijat Jatinangor F.C.
Nah, kelompokku mendapaaaaat Persijat F.C.!!!!
Yang berkesan banget dari simulasi ini adalah slogan Persijat F.C. yang kita buat, yaitu “Bukti Cinta Sejati untuk Jatinangor”, asiiiiik, ihiy ><
Trus kita presentasi deeh.. Ga kita sih, tapi ketua kelasnya doaang, padahal kita udah bagi-bagi peran gitu, sama udah mau heboh-hebohan di depan, haha. Tapi karena masalah waktu, jadi cuma ketua kelasnya aja yang ngepresentasiin, itu juga cuma berdiri di tempat duduknya aja.
Lalu kang Radit juga berpesan agar saat kepengurusan kita mau turun, kita harus memikirkan bagaimana hand overnya.
Oke, semoga bermanfaaaaat =D
Subscribe to:
Post Comments (Atom)







0 comments:
Post a Comment