Powered by Blogger.
RSS

School 1 - Rancangan Pengembangan Organisasi (RPO)


Lanjuuut, resume berikutnya adalah tentang
Rancangan Pengembangan Organisasi (RPO).
Jadi pada materi ini kita dijelaskan apa itu RPO, urgensinya, dan bagaimana cara membuatnya.
Sebelum materi dimulai, kita disuguhkan video Raditya Dhika lagi disuatu acara gitu, yah ice breaking sih, karena kocak isi videonya, haha.
Abis itu kita diberi prolog, bahwa RPO itu adalah proses, adalah sebuah pola pikir untuk mengembangkan suatu organisasi. Senat itu akan terus jalan, walaupun kita tidak membuat RPO. Dari seluruh orang Indonesia, hanya 50% yang mengenyam pendidikan SD, dari SD, hanya 25% yang mengenyam pendidikan SMP. Dari SMP, hanya 7-9% yang lanjut ke SMA, dari SMA, hanya 1% yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Dari situ, hanya 0.1% yang menjadi mahasiswa fakultas kedokteran, dan hanya setengahnyalah yang menjadi organisatoris.

Menurut kang Arif yang membawakan materi ini, sebenarnya manusia itu tahu akan suatu hal, tapi tidak melakukannya. Visi itu lebih penting dari ilmunya sendiri.
Pemimpin itu adalah seberapa jauh kita bisa mengambil takdir kepemimpinan kita dan memperlihatkan karakter seorang pemimpin. Pemimpin jugalah yang mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan organisasinya.
Baru deh abis itu kita simulasi yang pensil-pensil itu, dengan semangat bahwa kita adalah seorang Leader.

Organisasi itu selalu berubah. Kalau kita telat berubah, maka berarti kita telah mendzalimi orang lain.
“Change alone is eternal, perpetual, and immortal.”
Lalu, Gagal merencanakan = merencanakan gagal.

Oke, kita udah tau kenapa kita harus bikin RPO,
1.       Kita pemimpin
2.       Perubahan itu abadi
3.        Telat berubah = mendzalimi orang lain

Oke, ulang lagi, jadi RPO itu adalah sebuah metode sistemik untuk mengintroduksi perubahan guna menyelesaikan masalah (problem solving).
Tapi, menurut kang Arif sendiri, RPO itu adalah pola pikir sistematis guna mempertanggungjawabkan setiap langkah yang diambil.
Lalu, saat memulai RPO kita harus bersama –sama dengan orang lain, bentuk tim, jangan sendirian.

Langkah-langkah membuat RPO adalah :
1.       Identifikasi masalah
2.       Diagnosis organisasi (dengan SWOT)
3.       Feedback
4.       Pengembangan strategi perubahan
5.       Intervensi
6.       Pengukuran dan evaluasi
Lalu balik lagi ke langkah yang pertama.

1.       Identifikasi masalah :
Cari dan temukan permasalahan! Apa yang menjadi latar belakang yang mendasari urgensi RPO. Bisa dengan observasi, kuisioner, wawancara, dan lain-lain.
2.       Analisis kondisi organisasi :
Faktor internal : Strength dan Weakness; dan Faktor eksternal : Opportunity dan Threat.
S : kita paling bagus dimana? Fasilitas? Link?
W : kekurangan internal
O : isu-isu, seperti isu tahu uang hibah yang masuk?
T : isu-isu, finansial, ancaman lainnya

(kang Arif juga memberi tips ATM: Amati, Tiru, Modifikasi; seperti Kaizen,ambil yang baik,buang yang buruk)

3.       Feedback :
Kita sharing dengan orang luar (misalnya BPM). Saling berbagi, bahas kesulitan yang dihadapi.
Stratifikasi masalah (ranking) : urutkan masalah.
(ada tips 351 : pelajari 3 tahun kebelakang, lihat 1 tahun sekarang, dan visi untuk 5 tahun kedepan)
Kita harus FOKUS mau menyelesaikan masalah apa? Mana yang paling urgen? Mana yang mau diambil untuk tahun ini.
Kalau kita ga fokus, maka kita akan sulit merealisasikannya.

4.       Pengembangan Strategi Perubahan
Mana solusi yang menjadi fokus kita, sisanya untuk adik-adik kelas kita.
Prestasi kita itu dinilai dari adik-adiknya, bisa mengaum lebih kencang atau tidak.
Lalu, pada tahap ini, solusi kita harus dispesifikkan. Siapa yang melakukannya, kapan, dimana, dan apa indikator keberhasilannya.

5.       Fokus à spesifik à realistis!
Kalau tidak spesifik, maka hanya akan menjadi omong kosong saja.
Tentukan intervensi, lakukan, dan bentuk tim kecil untuk evaluasi

6.       Evaluasi =)

Lalu untuk yang menjadi tim kita dalam membuat RPO, haruslah sevisi. Sertakan juga tim yang akan dimintai feedback.

Lalu, kang Arif juga sedikit menambahkan penjelasan tentang BPM mereka, dimulai dari struktur kemahasiswaan di FK Unjani. Jadi, MPM yang terdiri dari 5 orang, membawahi BEM yang terdiri dari divisi-divisi, dan BPM, yang terdiri dari 3 komisi. Tiap rapat, mereka harus datang. Saat musma pun harus ada LPJnya.

Lalu, kapan RPO itu dibuat? RPO dibuat selama ada perubahan. Biasanya di awal kepengurusan, untuk evaluasi yang dahulu dan memperbaiki untuk kedepannya. Tapi jika ditengah tahun butuh perubahan, maka harus dibuat juga RPO.

Pesannya dari kang Arif, jangan takut untuk bikin RPO! Yang salah adalah jika kita tidak membuat RPO. Selama kita punya alasan kenapa kita bergerak, kita yakin itu benar, lakukan! Itu tidak salah.
Terus berkembang, terus berubah. Kalau kita lahir dalam keadaan miskin, kita tidak salah. Tapi, kalau kita mati dalam keadaan miskin, kita yang salah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment