Daftar tugas Preschool hari 2 SCORE
diary3 - Preschool hari 2 SCORE =)
Jika aku dikasih 20 orang staff
Perilaku Seksual Mahasiswa di Jatinangor
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai perilaku seksual yang telah dilakukan mahasiswa kos di Jatinangor dengan pasangan lawan jenisnya. Penelitian ini menggunakan studi kuantitatif dengan purposive sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan modifikasi konsep teori bentuk-bentuk perilaku seksual menurut Santrock(2003) dan Irawati (1999). Jumlah sampel yan digunakan sebanyak 100 orang. Adapun mahasiswa yang menjadi sampel penelitian adalah mahasiswa kos yang memenuhi syarat sebagai
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 orang yang menjadi subjek penelitian seluruhnya pernah melakukan perilaku seksual dalam bentuk tertentu. Dan dari 100 orang yang melakukan perilaku seksual terdapat 100% telah melakukan perilaku berpegangan tangan, 90% berpelukan, 82% necking, 56% meraba bagian tubuh yang sensitive, 52% petting, 33% oral seks, dan 34% sexsual intercourse.
Berdasarkan survey Pusat Studi Wanita Universitas Islam Indonesia (PSW-UII) Yogyakarta, jumlah remaja yang mengalami masalah kehidupan seks terutama di Yogyakarta terus bertambah, akibat pola hidup seks bebas. Karena pada kenyataannya pengaruh gaya seks bebas yang mereka terima jauh lebih kuat dari pada kontrol yang mereka terima maupun pembinaan secara keagamaan. Semakin longgarnya tingkat pengawasan dari pemilik kos maupun pihak orang tua sehingga makin banyak remaja yang terjebak ke dalam pola seks bebas karena berbagai pengaruh yang mereka terima baik dari teman, internet, dan pengaruh lingkungan secara umum. Pakar seks juga specialis Obstetri dan Ginekologi, Nugraha (2006) di Jakarta mengungkapkan bahwa dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat. Dari sekitar lima persen pada tahun 1980-an, menjadi dua puluh persen pada tahun 2000 (wwww.solusisehat.net). Di Jakarta hasil penelitian yang dilakukan oleh Masngudin HMS (2004), bentuk kenakalan remaja yang berupa hubungan seks di luar nikah memiliki persentasi yang tinggi yaitu sebesar 73,3%. Sedangkan di Bandung, dari hasil polling yang dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Sahabat Anak dan Remaja Indonesia (Sahara Indonesia) selama tahun 2000 – 2002 menyebutkan dari sekitar 1000 remaja peserta terdapat 44,8% mahasiswa dan remaja Kabupaten Bandung telah melakukan hubungan seks, hampir sebagian besar peserta tersebut berada di wilayah tempat kos mahasiswa yang kuliah di PTN dan PTS terbesar di Bandung. Dan sebanyak 51,5% peserta melakukan hubungan seks di tempat kos.Fenomena maraknya perilaku seksual di kalangan mahasiswa juga terjadi di wilayah
Kawasan Jatinangor memang dikenal sebagai daerah pemukiman mahasiswa karena di situ terdapat empat kampus besar (Unpad, Ikopin, Unwim, dan IPDN) yang terletak di kecamatan Jatinangor kabupaten Sumedang. Berdasarkan data tahun 2008 yang diperoleh peneliti dari Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Sumedang, kecamatan Jatinangor memiliki 4 desa yaitu desa Cikeruh, desa Hegarmanah, desa Cibeusi, dan desa Sayang. Kecamatan Jatinangor juga memilki 200 tempat kos yang tersebar dalam setiap desanya. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti pada 20 orang mahasiswa kos, terdapat 12 orang tinggal di tempat kos khusus, 6 orang
Dari uraian diatas, masalah seks dikalangan mahasiswa kos perlu mendapat perhatian lebih dari berbagai pihak. Mengingat dampak yang dihasilkan akibat perilaku seksual cukup serius dan dapat berpengaruh pada kehidupan individu itu sendiri di masa datang. Disamping itu mahasiswa sebagai penerus bangsa nantinya, sungguh disayangkan jika mereka akan terjerumus dalam dunia pergaulan bebas. Maka kita perlu melakukan upaya pencegahan sedini mungkin terhadap perilaku seksual yang menjurus ke kehidupan seks bebas sehingga dibutuhkan partisipasi dalam bidang kesehatan,
Hmmm..solusi yang bisa aku tawarkan adalah wajibnya program mentoring atau wajibnya kurikulum agama pada tiap-tiap fakultas yang ada atau di tiap Perguruan Tinggi, atau bahkan di semua jenjang pendidikan.
Lalu sebagai mahasiswa, kita harus memberikan penyuluhan dan edukasi dari kampus ke kampus tentang masalah seks bebas ini, yah minimal tentang STI yang dapat mereka dapatkan. Tapi kalau untuk perbuatan yang lainnya, aku jujur aja belum kepikiran juga dari sisi medis apa yang bisa diangkat.
Tapi itu sih yang paling penting, AGAMA! Lalu pengawasan dari kost-kostan yang ada. Harusnya ada peraturan dari pemerintah yang mendata jumlah kostan di jatinangor ada berapa, lalu diwajibkan adanya ibu Kost yang care. Tapi mungkin ini agak sulit ya.. yah harus sadar dari diri sendiri lah, AGAMA!
Oke, semoga bermanfaat =)
Feedback SCORE Preschool hari 1












