Huaa aku ga ikut stuban ke HIMA Statistiska Unpad karena ada FOSIL (Foto Bareng Kastil) yang udah diagendakan dari sangat jauh-jauh hariii..
Oke, biar dapet ilmunya juga, ini hasil copas dari blognya Adrian Sebastian Suhendro yaaa.. Makasih banyak Adrian!
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ya, dan akhirnya pukul 16.00 WIB kita sampai di parkiran FMIPA Unpad, tujuan pertama kami adalah Masjid Faperta untuk menunaikan ibadah shalat ashar. Setelah shalat ashar kami berjalan ke Statistika Unpad dan bertemu dengan ketua bagian eksternal dari HIMASTA Unpad, kemudian kami pun menuju ke ruangan himpunan HIMASTA, kami pun kemudian berkumpul di ruangan kuliah dekat ruangan HIMA duduk melingkar, diawali dengan pembukaan dan tilawah dari HIMASTA, kesan pertama kami saat sampai sini adalah terlalu formal, berbeda dengan HIMA HI yang saat kita sampai disambut dengan duduk di teras sambil ngobrol santai, di HIMASTA, stuban ini terasa seperti rapat yang amat formal (beda banget rasanya ke fakultas sosial dan eksak) . Diawali dengan penawaran agenda (yang akhirnya batal karena mereka lambat laun menyadari kami datang dengan kondisi informal) dan pemaparan dari kedua belah pihak, saya menangkap bahwa dalam himasta unpad ini, strukturnya hampir mirip dengan kemahasiswaan FK Unpad, bedanya, kalau kemahasiswaan FK Unpad punya UKM yang secara struktural berada dibawah senat, di himasta ini DPA (semacam BPM), BE (semacam BEM) dan UKM berada sejajar dibawah musyawarah besar. Dibawah BE, mereka memiliki 4 departemen yang dibawahnya ada beberapa divisi, namun saya lupa untuk mencatatnya karena ballpoint saya hilang (alasan yang sangat ga banget kan), jadi intinya mereka punya PSDMO, Media Informasi dan Komunikasi, Hubungan Luar, dan SPMB (semacam yang mengurusi kesejahteraan mahasiswa gitu kalau ga salah, maaf lupa :( )
Setelah itu, mereka pun aktif bertanya mengenai kemahasiswaan di FK Unpad seperti apa, dan setelah itu kami banyak bertanya mengenai Blazture, mengapa mereka memilih jatinangor? karena mereka merasa jatinangor belum banyak terpapar oleh acara musik dan sebenarnya jatinangor juga merupakan tempat yang potensial. Kemudian tujuan dari Blazture sendiri adalah sebagai acara penutup dari serangkaian acara di Statistic Day. Kemudian dana dari blazture sendiri sebenarnya bukan berasal dari banyaknysa sponsor, karena kebanyakan sponsor hanya memberikan produk berupa barang, sedangkan sponsor yang benar - benar memberikan banyak itu hanya Indosat dan Honda. Kemudian darimana mereka mendapatkan dana yang sedemikan banyak (9 digit), berdasarkan pengakuan mereka, mereka berjualan keripik selama 9 bulan, karena acara mereka ini sudah dirancang selama 9 bulan sebelum pelaksanaan, awalnya mau dibuat gratis namun akhirnya menjadi acara berbayar. Kemudian, mereka juga dalam merancang suatu acara membuat Plan A, Plan B, dan Plan C. Mengenai sponsor Djarum sebenarnya mereka juga menolak, namun djarum membeli event mereka dengan mempublikasikannya diluar unpad, tanpa memberikan dana sedikitpun namun memberikan publikasi yang banyak.
Oke, semoga bermanfaat, hhe







0 comments:
Post a Comment