Wawancara dengan Teh Moi, ketua Kastil FKUP 2008 =)
27.11.2011
Akhirnya hari ini saya berhasil mewawancarai teh Moi (yeiiy!)
Jadi, teh Almira Aliyannissa atau yang biasa dikenal dengan nama teh Moi ini merupakan ketua seksi Kajian Strategis Ilmiah (KASTIL) Senat Mahasiswa Kema PPSK FK Unpad tahun 2008.
Ditengah kesibukan beliau yang lagi ko-ass di stase bedah RSHS, beliau masih bersedia nih menjawab sekian banyak pertanyaan yang diajukan. (Maaf ya teeeeeh udah gangguuuu, dan makasih banyak buat waktunyaaa =D )
Jadi, waktu teh Moi baru menjabat sebagai ketua Kastil periode 2008, Kastil itu dalam keadaan mati, inaktif sejak kepengurusan dipegang oleh tahun 2002.
Untuk mengatasi hal tersebut, beliau pertama-tama melakukan team forming. “Waktu itu ga ada satupun anak-anak yang apply masuk kastil, jadi akhirnya teteh ngerekrut teman-teman di angkatan,” ujar teh Moi.
Sembari melakukan team forming, teh Moi berkeliling berkomunikasi dengan senior-senior yang pernah aktif di Kastil, yang mengerti bagaimana konsep Kastil itu.
Akhirnya, tim Kastil 2008 ini menjadi tim yang solid. Bahkkan, pada tahun kepengurusan berikutnya, anggota Kastil yang awalnya beginner itu malah diminta untuk menjadi ketua-ketua seksi yang lain di Senat. Kastil 2008 pun dipercaya untuk presentasi FMB (Forum Mahasiswa Berbicara) di FKUI, dan bahkan menjadi motor kajian di wilayah dan nasional. Hebat ya Kastil 2008!
Lalu, teh Moi pun membagikan kiat-kiatnya agar berhasil membentuk tim yang solid.
“Pertama, bangun kedekatan personal sama seluruh anggota dalam tim. Adain sesi bebas tugas, ngumpul untuk sekedar makan-makan dan curhat-curhat aja. Waktu itu sebulan sekali. Terus bangun pemahaman tentang bidang dan kerjaannya. Waktu keliling ke senior juga ajak teman-teman. Kalau kita dapet info/input apapun share ke teman-teman tim.”
Teh Moi juga mengatakan untuk memperhatikan juga perkembangan kompetensi dari setiap anggota tim. Identifikasi kekuatan dan kelemahan masing-masing anggota timnya, dan beri tugas yang memang sesuai dengan kapasitas mereka.
“Pokoknya bertekad, tiap orang harus tambah melejit setelah menjadi anggota tim. Buat mekanisme tugas yang jelas. Jangan sampai ada teman-teman yang ga ngerti harus ngapain. Itu bisa bikin mereka hilang motivasi. Kalau kronis, gawat,” ujarnya.
Satu hal penting yang tidak boleh dilupakan adalah membangun hubungan dekat dengan Kastrat-kastrat lainnya. Pada masa itu yang terutama adalah UI, UB, dan Undip. Mereka pertama kali bertemu adalah saat LKMM wilayah. Sejak saat itu, mereka rutin berdiskusi dan saling mengunjungi. Manfaat yang didapat dari membangun hubungan tersebut adalah kita bisa mendapat banyak masukan bagaimana cara membangun Kastil, terutama dari Kastrat UI. “Karena Kastrat UI established banget. Tapi sebenarnya ini gantian. Karena bertahun-tahun lalu waktu pertama kali baru mau ngebangun kastrat, mereka (UI) juga dipandu Kastil FK Unpad :)”
Sedangkan, pada masa itu, kondisi kemahasiswaan yang ada adalah kemahasiswaan sedang dalam zaman renovasi, dimana BEM berubah menjadi Senat yang membuat beberapa konsep dan cara kerja diubah.
“Jadi waktu itu konsentrasi kami terpecah antara revitalisasi Kastil dan renovasi Senat secara keseluruhan.”
Akhirnya saya pun bertanya mengapa pada zaman itu BEM diganti menjadi Senat, yang merupakan tanda tanya kepengurusan sekarang yang sedang menggalau antara BEM dan Senat.
“Konsep presidensiil ga pas dengan kultur mahasiswa. Kita pingin balik menekankan ke musyawarah. Lebih inklusif, melibatkan aktif teman-teman yang lain. Selain itu, ada statuta yang menyebutkan secara literal, dalam kampus itu yang ada Senat, bukan BEM.”
Kemudian, teh Moi juga berujar bahwa BEM berubah menjadi Senat karena ingin melepaskan diri dari nostalgia berkepanjangan masa ‘gerakan jalanan’ atau aksi massa/demonstrasi. Menurut teh Moi, sebenarnya demonstrasi dalam beberapa kondisi juga dibutuhkan, tapi tidak benar jika dijadikan poros utama kegiatan mahasiswa.
Lalu ternyata menurut teh Moi masih ada kekurangan-kekurangan pada Kastil 2008 yang sebenarnya menurut saya sudah sangat hebat tersebut. Diantaranya adalah kajian belum terlaksana sebulan sekali, publikasi kajian belum sustained, frekuensi upgrading pengurus juga belum sesuai target.
Di akhir percakapan, teh Moi juga memberi pesan buat Kastil kedepannya agar output kajian dipublikasikan dan ditindaklanjuti menjadi aksi nyata, karena itu merupakan PR besar bagi zaman teh Moi. Teh Moi juga berpesan agar kita rajin-rajin kajian =)
Oke deh, so ayo GeN9z, kita meneruskan perjuangan para Kastilers sebelumnyaaa!
Semangat terus Kastiiiiiiiiil! Aku sayang kalian =*
Buat the next anggota Kastil, ayo kita menjadi tim yang solid dan berguna bagi semua orang =)
(Banyak terima kasih untuk teh Moi =D )
Subscribe to:
Post Comments (Atom)







0 comments:
Post a Comment