diary3 - Preschool hari 2 SCORE =)
Preschool hari kedua, yeiiiy \(^^)/
30.11.2011
As usual, absensi dibukan jam 16.00, trus masuk kelas di a411 jam 16.16.
Kelas langsung dimulai dengan doa dan ada tadabbur dari Kang Poundra. Intinya, setiap janji itu akan dipertanggungjawabkan. Jadi, masuk ke sebuah organisasi berarti kita memberikan komitmen atau janji kita ke organisasi tersebut. Dan niscaya komitmen kita itu akan dimintai pertanggungan- jawabnya.
Nah, kemahasiswaan itu kan organisasi involunteer, ga ada kan hukuman di dalam dunia kemahasiswaan, jadi satu-satunya yang bisa dipegang dalam organisasi kemahasiswaan adalah janji, komitmen.
Jadi, materi preschool SCORE hari ini, yang pertama adalah
Seni Menggerakkan Manusia
Materi ini disampaikan oleh Kang Harry Mahathir Akip, Ketua Senat FK Unpad yang paling lama menjabat, yaitu 1,5 tahun, tahun 2007-2008. Beliau juga merupakakan Sekwil II ISMKI pada masa itu (dahsyat bangetlah).
Jadi ketemu kang Harry lama menjabat adalah, waktu itu kan BEM FK Unpad baru dirubah menjadi Senat FK Unpad, jadi kepengurusan yang tadinya Juni-Juli, jadi Januari-Desember, jadi ada masa transisi dimana kang Harry yang mengisi kekosongan tersebut.
Oke, masuk ke materi, apa sih seni menggerakkan mahasiswa?
Setelah nanya ke peserta yang ada disana, akhirnya keluar jawabannya, yaitu seni memanage orang untuk berlaku sesuai dengan apa yang kita inspirasikan kepada mereka.
Nah, manajemen ini membutuhkan inti, yaitu kepemimpinan. Dan kepemimpinan ini juga mempunyai sebuah inti, yaitu integritas.
Jadi, untuk memanage, harus mempunyai jiwa kepemimpinan, nah jiwa kepemimpinan harus mempunyai integritas dulu.
Ada step-stepnya untuk menggerakkan manusia yang tidak bisa diloncat-loncati, yaitu
1. Impress people
“Gain people’s trust, stand on your own integrity”
Integritas itu harus dimiliki sebelum kita menjalankan kepemimpinan. Selain itu, kita juga harus disiplin.
“Disiplin pribadi mendorong tumbuh kembangnya kreativitas.”-Ki Suratman
Jadi sehebat apapun visinya, idenya, kita harus disiplin terhadap diri kita sendiri terlebih dahulu. Jika kita tidak disiplin, kita tidak akan bisa membuat orang percaya sama kita.
Ada 11 Prinsip Kepemimpinan yang diambil dari Kerajaan Majapahit dulu :
1. Takwa
Takwa ini akan membuat integritas kita terjaga
2. Ing Ngarsa Sung Tulada
Di depan memberi teladan. Jadi memimpin by example.
3. Ing Madya Mangunkarsa
Di tengah membangun semangat. Jadilah manusia yang sama (tidak menganggap diri lebih tinggi atau gimana) dan memberi semangat atau motivasi.
4. Tut Wuri Handayani
Di belakang memberi dorongan. Kalau kata kang Harry, ini dilakukan oleh orang-orang yang sudah tidak di organisasi lagi. Tapi, kalau menurut aku, ini dilakukan pemimpin dengan menjadi penyokong bagi anggota-anggotanya.
5. Waspada Purba Wisesa
Selalu siap, selalu waspada melihat apa yang salah. Jangan membandingkan organisasi kita dengan organisasi lainnya terus, tapi kita juga harus melihat apa yang dibutuhkan di organisasi kita sendiri.
6. Ambeg Parama Arta
Kuat, Ajeg, tahu yang mana yang menjadi prioritas.
7. Prasaja
Sederhana. Lebih mementingkan rakyatnya, tidak ingin berbeda dengan rakyatnya. Contohnya dapat kit alihat pada Walikota Surakarta yang membuat Surakarta menjadi kota yang paling ter-manage se-Indonesia
8. Satya
Loyal. Seorang pemimpin tidak boleh meninggalkan orang-orang yang dipimpinnya.
9. Gema Nastiti
Hemat. Tahu prioritas anggaran.
10. Belaka
Berani mempertanggungjawabkan keputusan yang telah dibuatnya.
11. Legawa
Rela saat sudah harus berganti kepengurusan.
Pemimpin itu, tidak boleh tidak mengambil keputusan. Pemimpin itu lebih baik mengambil keputusan walaupun salah.
Dan semua 11 sifat diatas itu harus diterapkan secara terus menerus. Lalu kita dapat menilai diri kita sudah menjadi pemimpin yang seperti apa.
1. Semu Mantri : pemimpin yang udah hebat, bisa yang 11 tadi
2. Esem Bupati : manager, sudah bisa diberi amanah, tapi belum sempurna
3. Dupak Kuli : mandor, memimpin hanya karena jabatannya, tanpa integritas
2. Mantain the people’s performance
Ini setelah anggota tim sudah bisa mendengar kita, sudah bisa memberikan hatinya, sudah mau bekerja untuk kita.
1. Visi à orang yang dipimpn itu butuh tujuan. Ada 2 yang menggerakkan orang, yaitu KEPENTINGAN dan KATA HATI (melalui perasaan). Sampaikan visinya dnegan baik. Tahu batasan diri kita, tapi cobalah terus untuk lebih lebar dari batas itu.
2. “Know your men properly, so that they love to understand your command”
Ketika bertemuà CARE. Tunjukkan perhatian kita dengan pengetahuan kita tentang kehidupannya, terutama tentang keluarga mereka atau sesuatu yang mereka senangi.
3. Lakukan evaluasi yang mandiri secara berkala dan bertingkat.
Hal ini akan sangat sulit jika kita tidak mempunyai integritas dan teman untuk mengevaluasi.
3. Improve the people’s performance
Pemimpin yang semu mantri, setiap habis berpidato, orang-orang akan banyak yang bertanya atau mencoba mendapat ilmu yang lebih darinya, punya suatu inspirasi bagi yang mendengarnya.
Pemimpin yang dapat menginspirasi adalah pemimpin yang mempunyai pemahaman yang menyeluruh dan menyampaikannya sebagai sebuah keyakinan.
Manusia itu seperti benda lainnya yanag terdiri dari atom-atom yang merupakan bentuk dari energi. Jadi manusia itu bisa mengtransmisikan dan mendapat energi dari manusia lainnya. Energi dapat kita transmisikan jika kita menyampaikannya dengan sungguh-sungguh dan dari hati.
Seorang pemimpin itu haru stidak pernah puas. “Stay hungry, stay foolish.”
Jadi, pemimpin itu harus bisa mengmotivasi diri sendiri secara terus menerus.
Harus bisa mengidentifikasikan dirinya ada di level yang mana.
Setiap kepengurusan itu harus mengevaluasi dirinya, mengpoint out kesalahan-kesalahan agar tidak diulangi lagi.
Trus sesi tanya jawab deh,,
1. Q : Bagaimana cara berubah jadi lebih baik?
A : Tinggal berubah. Ketika meniatkan diri untuk menjadi lebih baik, carilah komunitas yang bisa membuat kita terus menjadi pribadi yang baik itu.
2. Q : Bagaimana caranya agar tetap fokus di semua organisasi yang diikuti?
A : impress people à menjadi diri sendiri, tapi harus mempunyai integritas. Tetaplah menjadi orang yang sama. Paling harus memodifikasi hati kita sendiri, karena pasti kedua organisasi tersebut mempunyai kultur yang berbeda. Kita harus bisa mengalahkan keingiinan diri sendiri, memanage perasaan kita agar kita bisa tetap berrsikap secara profesional.
3. Q : Bagaimana cara memanage orang yang merasa ditempatkan di tempat yang salah?
A : Yang harus dijaga adalah kepentingan dan perasaannya. Sampaikan secara signifikan mengapa dia ada disini. Jadi haru smembuat orang tersebut merasa dipentingkan. Kita harus meng-inspiring orang tersebut à harus ada di state semu mantri.
Juga bersabarlah. Hal ini menggambarkan organisasi kamu ada di state apa à untuk evaluasi.
Biasanya orang yang bergerak itu adalah orang-orang yang punya kepentingan yang sama. Pemimpin harus tau apa kepentingan orang-orang tersebut berada dalam organisasi itu sehingga pembagian tugasnya bisa disesuaikan dengan kepentingannya.
Oke, segitu materi yang pertama =)
Materi yang kedua adalah
Propaganda : generasi sinergis
Propaganda adalah bentuk komunikasi yang mempengaruhi perilaku suatu komunitas yang menguntungkan orang yang mengpropaganda.
Propaganda ini berbeda dengan publikasi. Kalau publikasi itu hanya sekedar memberi tahu.
Pemimpin itu, harus bisa mengpropaganda. Propaganda agar bisa menjadi satu pandangan dan satu tujuan.
Oke, semoga bermanfaat =D
Subscribe to:
Post Comments (Atom)








0 comments:
Post a Comment