Assalammua’alaikum wr wb..
Haloooo, apa kabar semuanyaa?
Huaa rasanya udah lama banget aku ga nulis blog, gara-gara kemaren baru aja abis menjalani rangkaian ujian yang panjaaaaangg banget *lebay
Yah, kemaren abis UAS selama 3 minggu, trus liburannya cuma seminggu, hahha. Sedangkan fakultas lainnya ada yang liburannya sampe 2 bulan, hhh..
Well, sebenarnya banyak sih pelajaran-pelajaran kehidupan yang bisa diambil dari ujian kemaren. Mungkin yang bisa kali ini aku coba bagi adalaaaah saat kegagalan menghampiri ataaaauu saat hasil ga sesuai dengan keinginan kita.
Yah, kemaren di sela-sela ujian itu ada saat dimana aku khilaf banget, futur nikmat. Ya, hasil ujiannya ga sesuai dengan apa yang aku harapkan. Dan sayangnya, memang benar banyak faktor disitu. Terlebih lagi yang bikin kecewa adalah saat itu kan ujian lisan, tapi dosen yang nguji aku malah tidur pules. Waktu itu aku berpikir, kenapa doa aku ga dikabulin, padahal selama ini aku telah berdoa dengan keras agar diberi segala yang terbaik, dan dosen yang baik termasuk salah satunya I wish..
Jadi, waktu dosen itu bilang nilai aku berapa, tanpa ekspresi aku cuma bilang,”oh iya, makasih dok..” trus aku langsung jalan keluar tanpa ekspresi. Ga lama abis itu aku nelpon ibu aku, baru abis itu aku nangis, hahaha.. tapi ya, masih mikir, kenapa doaku ga dikabulin.
Terus abis itu tiap temen-temen tanya ke aku gimana ujainnya, aku jawabnya,”jelek, ga dapet A.” terus aku langsung tanya balik gimana mereka, dan mengejutkan, dan bikin aku sadar, ga banyak dari mereka yang nilainya lebih baik, tapi di tiap awalnya mereka selalu bilang,”Alhamdulillah..” hah, aku lupa! Betapa gatau bersyukur aku ini!
Hhh.. padahal benar saja, aku masih diberi ingatan yang baik mengenai materi ujianku itu, dan dosenku masih tergolong baik *walau salah satu mereka itu tidur. Aku lupa, bahwa sebenarnya, apa yang baik menurut kita, belum tentu itu yang terbaik bagi kita menurut Allah SWT. Astaghfirullah, parahnya aku iniii..
Dan akhirnya aku ingat, tiap proses pasti Allah hitung nilainya, jadi ya kalau sudah berjuang sekuat tenaga, sudah berdoa juga, ya kita harus tawakkal gimanapun hasilnya. Allah pasti memberikan yang terbaik. Bisa juga ini pun merupakan sebuah ujian keimanan, kesabaran, dan apakah aku termasuk hamba yang tahu diri.
Dan akhirnya di sela-sela ujian yang lain, ada seorang teman yang sms,
“Saat keletihan dalam berkarya menghampirimu, tersenyumlah..
Karena Allah lah seadil-adilnya pemberi balasan..
Dan cukuplah hadits ini menjadi penyejuk hati kita.
“Ganjaranmu tergantung kadar lelahmu” –HR. Muslim”
Semoga ini bisa menjadi pembelajaran buat selanjutnya =)







0 comments:
Post a Comment